Selasa, 27 Juli 2010

kaliganeya.blogspot.com


Kerinduan.....

Di malam senyap ini...ku tatap langit..
begitu terang dan bersinar..
tak seterang hatiku saat ini..
tak serindu jiwaku saat ini..

Namun...hingga esok...dan esok...
rasa rindu ini tak pupus jua...
mengikutiku hingga nanti...

Sungguh ku berharap.....
kau cepat kembali...
berjumpa aku lagi..

Engkau bukanlah lembaran dalam buku yang bisa di lipat....
bukan pula kata-kata yang di ucapkan kemudian berahir.....
bukan pula waktu yang di habiskan kemudian berlalu...
bukan pula semata-mata perasaan yang telah melewatiku kemudian hilang..

Senin, 26 Juli 2010

kaliganeya.blogspot.com


Di unversitas(sekolah)kita belajar,kemudian menghadapi ujian
Sedangkan dalam hidup kita menghadapi ujian,setelah itu kita jadikan sebagai pelajaran.

Tidak penting anda berada di mana sekarnag ini,
tapi yang penting kemana anda berjalan saat ini.

Lebih baik kita berjalan lambat seperti kura-kura menuju jalan yang benar,
dari pada berjalan cepat seperti rusa menuju jalan yang salah.

Lebih baik bagi manusia menyesali kesalahan masa lalu,
dari pada kecewa terhadap hal yang tidak ia kerjakan

Banyak manusia yang mendengarkan nasihat,
tapi sedikit dari mereka yang mengambil manfaat dari nasihat tersebut.

Manusia harus bercita-cita setinggi bintang di langit,
tapi di saat yang sama,dia tidak boleh lupa bahwa kakinya menginjak di bumi.

Manusia ketika tertawa,semua dunia ikut tertawa,
namun ketika menangis,dia menangis sendiri.

Setiap sesuatu yang besar yang kita lihat dalam hidup ini,semua di mulai dengan ide sederhana.



Robohnya Surau kami


mungkin..untuk situasi sekarang ini cerpen"robohnya surau kami"karya ali akbar navis(AA.NAVIS),contoh karya yang makin menemukan aktualisasinya.
Dalam cerpen itu,ajo sidi(seorang pembual) dan kakek garin(seorang penjaga sekaligus imam surau yang taat beribadah).
Melalui cerpen itu di sebutkan bahwa bumi"indonesia"maha kaya raya,namun..manusianya malas-malas,saling berkelahi,saling menipu,dan saling memeras antara mereka sendiri.sehingga hasil tanahnya orang lainlah yang mengambil.

Kakek garin...seorang penjaga sekaligus imam surau yg taat beribadah,hingga masa tua dia hidup"membujang".ia mendapatkan uang dari"sedekah"yang di pungutnya sekali se jum'at,dari bagi hasil"pemunggahan"emapng yg terletak di depan surau,dan dari fitrah hari raya warga kepadanya sekali sertahun.ia juga kadang mendapat upah dari"kepandaiannya"mengasah pisau dan gunting.Namun..kepandaian ini tidak di gunakan sebagai"profesi"tapi hoby semata.
Sebelum seorangpembual(ajo sidi),semua baik2 saja.Dia(ajo sidi)datang menemui kakek garin untuk minta di asahkan pisau.dan tragis.....beberapa hari kemudian kakek garin di dapati"bunuh diri"menggorok leher sendiri.
"Sang pencerita"merasa pasti bahwa penyebab kemuramdurjaan kakek garin adalah karena "tersindir" oleh dongengan ajo sidi.
Dlam buakannya..,ajo sidi menceritakan orang-orang yang sudah berpulang ke rahmatulloh.dan ia (ajo sidi) bercerita tentang haji soleh,yang bersama sekian banyak orang soleh lainnya,bahkan sampai ada yg sudah 14 kali ke mekkah dan bergelar syekh pula.namun ahirnya kena murka tuhan di adang mahsyar,dan ahirnya harus masuk "neraka".Padahal mereka merasa sebagai "umat"yg paling taat beribadah,menyembah,menyebut,memuji-muji kebesaran tuhan,mempropagandakan keadilannya,bahkan kitabnya pun hafal di luar kepala.Namun kritik tuhan tajam kepada haji soleh dan kawan2nya itu:>>Aku beri kau negeri kaya raya,tapi kau malas.kau lebih suka beribadah saja,karena peribadatan tdk mengeluarkan peluh,tidak membanting tulang,sedang AKU menyuruh kalian semuanya beramal di samping beribaadah.

Melalui cerpen ini sang pencerita(AA.NAVIS),secara kritis melihat situasi kehidupan beragama masyarakat kita yg memandang bahwa "ibadah" itu terbatas pada mengaji,puasa,naik haji dan shalat saja.sang pencerita meanwarkan bahwa "kerja"juga ibadah.
Bekerja dengan tekun pada jalan yg benar,mengolah hasil bumi,kekayaan alam,atau memahami gejala alam untuk ilmu pengetahuan jg ibadah.
Lebih jauh.. kehidupan ahirat merupakan hasil usaha umat manusia di dunia.usaha di dunia berarti menghidupi diri dan saudara2nya yg lain dalam rangka mencari kehidupan yg sejahtera dan bahagia.Usaha untu kehidupan dunia dan ahirat haruslah seimbang.

Kiranya jelas...sang pencerita melalui "robohnya surau kami" telah dengan tajam melukiskan betapa agama kehilangan spiritnya mana kala ia di hayati semata-mata hanya sebagai "seremoni",sebagai ritual rutin belaka.
Di lain sisi,sebenarnya "robohnya surau kami" adalah cerpen yg "ambigu(selepsis). Pencerita memang menolak pandangan kolot kakek,malah membencinya,namun sekaligus "menyayangkan"kematiannya,kematian yg menyebabkan"surau kami roboh" dan hilangnya syiar agama.
Pun terhadap ajo sidi(pembual),pencerita tak menyangkal "kebenaran"dongengnya,tp sekaligus menganggap ajo sidi sama sekali tidak bertanggung jawab.saat tahu kakek garin meninggal,ajo sidi tetap pergi kerja dan hanya meninggalkan pesan kepada istrinya agar di belikan kain kafan buat kakek garin tujuh lapis.
Kesimpulannya.....islam tidak mengajarkan kepada kita sebatas shalat,haji,umroh,dan dzikir semata,namun islam mengajarkan kepada kita agar "bekerja" baik di dunia dan ahirat kelak.

Sabda rosul.....carilah hartamu(dunia) seakan kau hidup selamanya,dan carilah ahiratmu seakan kau mati esok pagi.
wallahu 'alam.


Jika kalian menginginkan syurga,
konsistelah dalam hal shalat.
Jika kalian menginginkan kekayaan,..
rutinlah ber istigfar.
Jika kalian menginginkan kewibaan...,rajinlah shalat malam
Jika kalian menginginkan hikmah....,banyaklah berdiam.
Dan jika kalian menginginkan kebahagiaan...,berpegang teguhlah pada al-qur'an.
Jadilah orang yang berbuat baik semampumu,karena boleh jadi kebaikan atas perbuatan kalian
akan di balas kebaikan pula.
Beramalah untuk mendapatkan syurga yang kekal penuh kenikmatan dan segala kebaikannya.
Kenikamatan akhirat kekal tidak fana.

Jadikanlah hatimu seperti kerang di laut,dia hanya membawa satu mutiara.
dan jadikanlah hatimu hanya membawa"cinta"kepada rabb mu.

Kaidah Cinta


Ketika dunia menjadi gelap di sekitar kita..
Ketika kita merasa sendirian dalam kesepian...
Kita memngingat cahaya persaudaraan...
Yang tulus ikhlas karena tuhan
Di saat yang seperti itu kita dapat tersenyum..
Menyadari....bahwa kita tidak sendirian..
Mereka dekat dengan kita,di lubuk hati yang paling dalam.


Tibalah pagi dan bangunlah jiwa-jiwa manusia...
Hati yang ikhlas mulai mengirimkan do'a..
kepada orang yang di cintainya..
Semoga tuhan menjadikanmu sebagai hamba-hamba yang di cintainya...,
Orang-orang yang paling dekat dengan kedudukan nabiNYA..
Dan..memberikanmu minum dari air telaganya.

Sesungguhnya tetesan-tetesan air dapat melubangi batu,bukan karena kuatnya air..
Tapi karena terus menerus air menetes.
Yaa rabb...jadikanlah kominikasi antara kami sebagai kebaikan,
ucapan kami sebagai dzikir,..
jadiaknlah cinta di antara kami karena-MU sepanjang umur,
dan,...engkau ridho kepada kami wahai rabb yang maha penyayang.

Sungguh kalian telah menumbuhkan di hatiku..
rasa cinta yang telah kalian semai dengan kebaikanmu..
maka...saya berjanji kepada kalian,untuk menyirami percintaan kita dengan do'aku untukmu..
Wahai rabb..tinggikanlah derajat orang yang berharga ini...
sebagaimana Engkau telah meninggikan langit.
Jadikanlah makhlukMU mencintainya,hiasilah hatinya dengan cahaya keimanan.
jadikanlah dia sebagai orang-orang yang bertakwa,dan berbahagia di dunia dan akhirat.